Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Friday, January 25, 2013

Jurnal Uji Efektifitas Ekstrak Kasar Senyawa Anti Bakteri Pada Buah Belimbing Wuluh

ABSTRAK
Lathifah, Q.A., 2008, Uji Efektifitas Ekstrak Kasar Senyawa Antibakteri pada Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dengan Variasi Pelarut.

Pembimbing I : Akyunul Jannah, S.Si, MP
Pembimbing II : Ach. Nashichuddin, MA
Kata kunci: belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), uji golongan senyawa aktif, antibakteri.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh Surat Al-Sajadah ayat 27 dengan tujuan untuk mengetahui pengekstrak (pelarut) terbaik, golongan senyawa aktif antibakteri dan efektifitas ekstrak kasar buah belimbing wuluh sebagai antibakteri terhadap bakteri  S. aureus  dan  E. coli. Pada penelitian sebelumnya belum dilakukan identifikasi senyawa aktif antibakteri dalam buah belimbing wuluh, sehingga penelitian ini perlu dilakukan.

Penelitian ini meliputi ekstraksi yang dilakukan dengan metode maserasi menggunakan 5 jenis pelarut yang berbeda kepolarannya yaitu akuades, metanol, etanol, kloroform dan petroleum eter. Pengujian golongan senyawa aktif antibakteri dilakukan dengan metode tabung dan didukung oleh identifikasi spektrofotometer FTIR. Uji efektifitas antibakteri  dilakukan terhadap bakteri  S. aureus  dan  E. coli  menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasiekstrak 100, 150, 200, 250, 300, 350, 400 dan 450 mg/mL.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa etanol merupakan pelarut terbaik untuk memperoleh ekstrak kasar senyawa antibakteri pada buah belimbing wuluh. Hasil uji golongan senyawa aktif antibakteri menunjukkan bahwa dalam ekstrak terbaik buah belimbing wuluh terkandung golongan senyawa flavonoid dan triterpenoid, hal ini didukung oleh adanya gugus O-H, C=O, C=C, CH, C-OH, cincin aromatik tersubstitusi dan C-O dari alkohol  sekunder. Ekstrak kasar buah belimbing wuluh masih kurang efektif sebagai antibakteri terhadap bakteri S. aureus  dan  E. coli, namun tetap dianggap berpotensi sebagai antibakteri. Konsentrasi ekstrak 300, 350, 400 dan 450 mg/mL berpengaruh sangat nyata (p < 0,01) di antara konsentrasi lain.
DOWNLOAD JURNAL KLIK DISINI

Saturday, January 12, 2013

Jurnal Uji Aktivitas Antioksidan Alga merah

ABSTRACT

TEST THE ACTIVITY Of ANTIOXIDANT OF CARRAGEENAN IN RED SEAWEED 
Eucheuma spinosum and Gracillaria verrucosa
Chemistry Department, Science and Technology Faculty Islamic State University of Malang, 2009

Ocean research as natural weath has a great oppurtinity to be useful. Allah has explained in Al-Qur’an section An-Nahl subsection 14 “That is HIM Allah who defeates ocean for you in order to eat from it fresh meat of fish, and you take of the ocean the jewelry you wear and you see boat sailing on it and you take benefit of god blessing and you be grateful”. One of them is red seaweed. The red seaweed that has been used is the kind of Eucheuma spinosium and Gracillaria verrucosa. The aim of the research is to know the activities of crude extract antioxidant and carrageenan active faction in red seaweed of the kind  of Eucheuma spinosium and Gracillaria verrucosa with DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrasil) methode.

Carrageenan extraction is executed with maceration methode by using ethanbol, quality identification test of carrageenan is executed by using KLT separation methode. Antioxidant activities  test uses DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrasil) methode with varietes concentration. 

Research result indicates that red seaweed  Eucheuma spinosum has water level 12,01% and Gracillaria verrucossa 12,08%. The sample is 35% for Eucheuma spinosum and 25,4 % for Gracillaria verrucossa. In KLT test has gotten spot of carrageenan with the values of Rf 0,74 in each red seaweed as the standard that uses water:methanol movement phase (5:1v/v ). Carrageenan crude extract in red seaweed of the kind Eucheuma spinosum, Gracillaria verrucossa, vitamine C and BHT has increasing concentration in every antioxidant activities. Crude extract antioxidant activities of Eucheuma spinosum is 83,37% in 750 ppm, Gracillaria verrucosa is 85,79% in 750 ppm, vitamine C is 83,03% in 500 ppm and BHT is 77,79% in 350 ppm. Antioxidant activities carrageenan extract active faction in 750 ppm of Eucheuma spinosum is 54,04%, Gracillaria verrucosa is 55,35% and standard is 38,12%.


Keyword : carrageenan, red seaweed Eucheuma spinosum, red seaweed Gracillaria verrucossa, antioxidant.

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KARAGINAN DALAM ALGA MERAH JENIS 
Eucheuma spinosum dan Gracillaria verrucossa

Melka Nurul Hijaz
  
ABSTRAK

Sumber daya laut merupakan kekayaan alam yang memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan. Allah telah menjelaskan dalam al-Qur’an surat An-Nahl [16] ayat 14; ”Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.”. Salah satunya adalah alga merah. Alga merah yang digunakan adalah jenis Eucheuma spinosium dan Gracillaria verrucosa.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak kasar dan fraksi aktif karaginan dalam alga merah jenis Eucheuma spinosum dan Gracillaria verrucosa dengan metode DPPH (1,1-difenil-
2-pikrilhidrasil).
Ekstraksi bahan aktif ekstrak karaginan dilakukan dengan metode maserasi menggunakan  etanol, uji identifikasi kualitatif karaginan dilakukan dengan  menggunakan metode pemisahan KLT. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH ((1,1-difenil-2-pikrilhidrasil) dengan berbagai konsentrasi. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa alga merah Eucheuma spinosium memiliki kadar air 12,01% dan Gracillaria verrucosa 12,08%. Rendemen yang dihasilkan adalah sebesar 35% untuk Eucheuma spinosium dan 25,4% untuk Gracillaria verrucosa. Pada uji KLT telah didapatkan satu noda senyawa karaginan dengan nilai Rf 0,74 pada masing-masing alga merah serta standart yang menggunakan fase gerak metanol:air (5:1v/v). 
Ekstrak kasar karaginan dalam alga merah jenis Gracillaria verrucosa, vitamin C serta BHT mengalami peningkatan konsentrasi pada semua perlakuan sehingga menyebabkan peningkatan aktivitas antioksidan. Adapun aktivitas  antioksidan ekstrak kasar yang diperoleh adalah Eucheuma spinosum pada 750 ppm sebesar 83,37%, Gracillaria verrucosa pada 750 ppm sebesar 85,79%, vitamin C pada 500 ppm sebesar 83,03% dan BHT pada 350 ppm sebesar 77,34%. Aktivitas antioksidan ekstrak fraksi aktif karaginan pada konsentrasi 750 ppm yang diperoleh adalah Eucheuma spinosum sebesar 54,04%, Gracillaria verrucosa sebesar 55,35% dan standar sebesar 38,12%.

Kata Kunci : karaginan, Alga Merah Eucheuma spinosium, Alga Merah Gracillaria verrucosa, antioksidan.
Download Jurnal Lengkap disini

Jurnal Pengaruh Ekstrak Kasar Senyawa Alkaloid Terhadap Aktivitas Enzim Lipase

ABSTRAK

Kholifah, N., 2008,
Pengaruh Ekstrak Kasar Senyawa Alkaloid dari Daun Dewa (Gynura speudo-china) Terhadap Aktivitas Enzim Lipase.  
Pembimbing Utama    : Diana Candra Dewi, M.Si
Pembimbing Pendamping  : Ach. Nashichuddin, MA

Kata kunci: Daun dewa, alkaloid, enzim lipase, inhibitor

Produksi enzim lipase dalam tubuh yang berlebih dapat menyebabkan obesitas yang menimbulkan berbagai  penyakit, maka diperlukan suatu penghambat atau inhibitor untuk menghambat kerjanya atau aktivitasnya.
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan bahan alam sebagai inhibitor enzim lipase alami. Allah telah menjelaskan di dalam al-Qur’an surat An-Nahl [26] ayat 11 bahwa segala apa yang ada di bumi  untuk kemaslahatan manusia termasuk tumbuh-tumbuhan yang dapat dimanfaatkan  sebagai pengobatan. Penelitian ini ingin mengetahui bahwa daun dewa yang merupakan tumbuhan semak semusim mempunyai senyawaan yang dapat menghambat aktivitas enzim lipase.
Ekstraksi bahan aktif ekstrak kasar daun dewa dilakukan dengan metode sokhlet menggunakan metanol, uji identifikasi kualitatif alkaloid dilakukan dengan menggunakan metode pemisahan KLT dengan pereaksi Dragendroff. Produksi enzim lipase dikulturkan dari bakteri  Bacillus subtilis, uji pengaruh ekstrak kasar daun dewa terhadap aktivitas enzim lipase dilakukan pada kondisi pH, waktu inkubasi dan konsentrasi substrat optimum dengan metode titrasi asam basa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa  hasil  ekstrak  daun  dewa 3,84355 gram dari 60 gram sampel. Di  dalam daun dewa terdapat senyawa alkaloid dengan munculnya spot berwarna jingga dengan Rf 0,77. Kondisi optimum aktivitas enzim lipase pada pH 7, waktu inkubasi menit ke-8 dan konsentrasi substrat pada konsentrasi 2,5 %. Konsentrasi ekstrak kasar daun dewa optimum dalam menghambat aktivitas enzim lipase adalah 60 mg/10 ml (aq) dengan aktivitas 1,25 (±Âµ mol/ml.menit).
Download jurnal lengkap disini

Jurnal Isolasi dan Identifikasi Kitin, Kitosan dari Cangkang Hewan Mimi

ABSTRAK RIFAI, DEWI NUR RIZQIYAH, 2007,  

Isolasi dan  Identifikasi Kitin, Kitosan dari  Cangkang  Hewan  Mimi  (Horseshoe  Crab)  Menggunakan Spektrofotometri Infra Merah.
Pembimbing I   : Akyunul Jannah, MP
Pembimbing II  : Ach. Nashichuddin, M.A
Pembimbing III  : Himmatul Barroroh, M.Si

         
Penelitian  tentang  pengisolasian  kitin  telah  banyak  dilakukan  pada cangkang  rajungan  dan  cangkang  udang.  Konsentrasi  reagen  yang  digunakan untuk mengisolasi  kitin  pada  cangkang  rajungan  dan  cangkang  udang  berbeda.
Dilihat dari segi kekerasan cangkangnya, cangkang hewan mimi  lebih keras dari pada  cangkang  rajungan  dan  cangkang  udang  sehingga  perlu  dilakukan metode isolasi kitin dari cangkang hewan mimi yang sesuai. 
Metode  penelitian  yang  digunakan  pada  penelitian  ini  ada  3  tahap. Pertama deproteinasi dengan variasi konsentrasi reagen NaOH 3,5 %, 4,5 %, 5,5 %, 6,5 % dan 7,5 %, kedua demineralisasi dengan variasi konsentrasi reagen HCl 1 M, 1,5 M, 2 M, 2,5 M, dan 3 M, ketiga deasetilasi dengan konsentrasi NaOH 50
%. Uji karakteristik kitin dan kitosan hasil isolasi dilakukan dengan IR. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi optimum  reagen NaOH pada proses deproteinasi sebesar 4,5 % dengan konsentrasi optimum protein yang dilepaskan  sebesar  601  ppm.  Konsentrasi  optimum  reagen  HCl  pada  proses demineralisasi  adalah  2,5 M  dengan  kadar  abu  yang  tersisa  dalam  kitin  sebesar 0,972 %.  Perbedaan  spektra  IR  pada  cangkang  hewan  mimi,  kitin  dan  kitosan adalah  :  pada  spektra  IR  cangkang  hewan  mimi  terdapat  serapan  OH intermolekuler,  NH  amida  sekunder,  C=O  amida  sekunder  dan  NH  amina sekunder. Pada  spektra  IR kitin  serapan NH  amina  sekunder hilang dan muncul serapan  C-O  asimetris  eter  alifatik,  sedangkan  pada  spektra  IR  kitosan  serapan OH  intermolekuler,  CH3  dan  C=O  amida  sekunder  hilang  dan muncul  serapan amina  primer.  Derajat  deasetilasi  (D%)  kitin  dan  kitosan  hasil  isolasi  dari cangkang hewan mimi berturut-turut sebesar 45,4 % dan 50,5 %.

Kata kunci  :  hewan mimi, kitin dan kitosan.
Download Jurnal Lengkap disini

Thursday, January 10, 2013

Jurnal Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Kadar Alkohol

ABSTRACT

Hasanah, H., 2008, 
The Influence of Long Fermentation to the Alcohol Level’s of Black Sticky Rice (Oryza sativa  L var forma glutinosa)  and Cassava (Manihot utilissima Phol) Tapai. Thesis Chemistry Department, Sciences and Technology Faculty of The State Islamic University (UIN) Malang.

Main advisor  : Akyunul Jannah, S.Si, MP
Religion advisor  : Munirul Abidin, M.Ag 
Keywords  : Fermentation, Alcohol level’s, Tapai
  
Tapai is one kind of fermentation productions. MUI stated that foods and drinks which contain alcohol more than 1 % is not allowed to consume, and if it is over, those foods and drinks are categorized haram.  This research is aimed to know the the influence of long fermentation to ethanol level’s of black sticky rice (Oryza sativa L var forma glutinosa) and cassava (Manihot utilissima Phol) tapai. The method that is used to separate the two or more component of volatile and non volatile from tapai is called distillation while to analyze an ethanol level used gas chromatography (GC) method. 

The samples of the two tapai’s were fermented for about 24, 48, 72, 96 and 120 hours. Those tapai were mashed and added the aquades. The mixed materials were distillated, then entered into the bottle and considered as gram unit. The considered distillations were being analyzed used gas chromatography (GC) method. To examine the data which differentiate the base concentration of alcohol (%) in black sticky rice and cassava tapai since fermentation process which were analyzed by variants analysis (ANOVA). In the next experiment, if there was different significant result, then continued by the test of BNT which the level for about 1%.
The result of the research showed that there is the influence of long fermentation to ethanol level’s of black sticky rice (Oryza sativa L var forma glutinosa) and cassava (Manihot utilissima  Phol)  tapai. An ethanol level’s of black sticky rice tapai respectively 0.388 %, 1.176 %, 1.056 %, 3,884% and 7.581 %. Fermentation’s period was for about 96 and 120 hours and it was provided an indeed influence (p < 0,01) to the cassava ethanol level’s among the period of long fermentation. The level of cassava ethanol was 0.844%, 2.182%, 4.904%, 6.334% and 11.811%. The long fermentation was for about 120 hours and it was an indeed influence (p < 0,01) to the level of cassava’s ethanol among the period of long fermentation. From the test of BNT there were significant differential ethanol’s level between black sticky rice and cassava tapai.  
Silahkan download jurnal disini

Saturday, September 29, 2012

Journal of catalysts zeolites

Acidity and catalytic activity of mesoporous ZSM in comparison  download
Difference of ZSM-5 zeolites synthesized with various templates  download
Mesoporous ZSM-5 catalysts Preparation C characterisation download
Structural effect of hierarchical pores in zeolite composite download

Isomerisasi glukosa menjadi fruktosa dengan zeolit
Acid_zeolites_as_efficient_catalysts_for_O_and_S_glycosylation.pdf download
Hydrogen_peroxide_oxidation_of_glucose_with_titanium_containing_zeolites_as_catalysts.pdf download
Isomerization_of_glucose_into_fructose_in_the_presence_of_cation_exchanged_zeolites_and_hydrotalcites.pdf download
Natural_zeolites_as_effective_adsorbents_in_water_and_wastewater_treatment.pdf download
The_comparative_ion_exchange_capacities_of_natural_sedimentary_and_synthetic_zeolites.pdf download
Zeolites_as_efficient_catalysts_for_key_transformations_in_carbohydrate_chemistry.pdf download