Showing posts with label Immobilisasi. Show all posts
Showing posts with label Immobilisasi. Show all posts

Saturday, January 12, 2013

Studi Keseimbangan Adsorpsi Merkuri(II) yang Diimmobilisasi pada Matriks Polisilikat

ABSTRAK
 
Khalifah, Susi Nurul. 2007. Studi Keseimbangan Adsorpsi Merkuri(II) pada Biomassa Daun Enceng Gondok (Eichhornia crassipes) yang Diimmobilisasi pada Matriks Polisilikat. 
Skripsi, Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

PembimbingI     : Diana Candra Dewi, M.Si, 
Pembimbing II   : Ahmad Barizi, M.A 
Pembimbing III  : Himmatul Barroroh, M.Si.

Pengikatan ion logam oleh biomassa mempunyai kelemahan yaitu mudah terdegradasi oleh mikroba, maka dilakukan immobilisasi pada biomassa tumbuhan. Penelitian ini difokuskan pada studi keseimbangan adsorpsi
merkuri(II) pada biomassa daun enceng gondok yang diimmobilisasi pada matriks polisilikat dan interaksi matriks dengan biomassa.
Interaksi matriks polisilikat dengan biomassa daun  enceng gondok ditentukan dengan menggunakan FTIR. Penentuan kapasitas adsorpsi, konstanta adsorpsi dan energi adsorpsi merkuri(II) dilakukan dengan cara menginteraksikan 25 ml larutan dengan konsentrasi, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, 100 dan 150 mg/L pada pH optimum selama 60 menit. Data hasil percobaan kemudian diolah menggunakan persamaan isotermis Langmuir dan Freundlich Hasil penelitian menunjukkan bahwa enceng gondok dapat mengadsorpsi logam merkuri(II). Sebagaimana Firman Allah Swt. dalam surat  Shaad ayat 27 dapat diketahui bahwa Allah Swt. menciptakan segala sesuatu ada manfaatnya.
 
Interaksi antara matriks polisilikat dengan biomassa daun enceng gondok terdapat dua kemungkinan, pertama  biomassa daun enceng gondok terjebak dalam matriks polisilikat dan merupakan interaksi yang paling dominan,  kedua interaksi terjadi antara situs aktif Si-OH dengan gugus NH2 dan COOH. Hal ini didasarkan dengan hilangnya spektra serapan Si-OH pada bilangan gelombang 3601,82 cm-1, 3503,45 cm-1, 3410,68 cm-1. Isotermis adsorpsi merkuri(II) pada biomassa daun enceng gondok (Eichhornia crassipes) yang diimmobilisasi pada matriks polisilikat mengikuti persamaan isotermis Langmuir dengan nilai R2 = 0,982, kapasitas adsorpsi (Xm) sebesar 4,806 x 10-5 mol/g, konstanta adsorpsi (K) 27130,85 mol/L dan energi adsorpsi (E) sebesar 25,46079 kJ/mol.

Kata kunci: merkuri(II), enceng gondok (Eichhornia crassipes), immobilisasi, matriks polisilikat.
 Silahkan Download jurnalnya disini

Absorpsi Merkuri (II) Yang diimmobilisasi pada matriks polisilikat menggunakan metode kolom

ABSTRAK

Krystiyanti, Kartika. 2008.  Adsorpsi Merkuri(II) Oleh Biomassa Enceng Gondok (Eichornia crassipes) Yang Diimmobilisasi Pada Matriks Polisilikat Menggunakan Metode Kolom. 
Pembimbing Utama : Himmatul Barroroh, M.Si,
Pembimbing Agama : Achmad Nashichuddin, MA.
Sistem adsorpsi dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu: metode kolom dan metode  batch. Metode kolom dipandang lebih  efektif karena kolom yang sudah digunakan dapat diregenerasi kembali. Biomassa mempunyai kelemahan karena mudah terdegradasi oleh mikroba dan akan menggumpal ketika dikemas di dalam kolom, sehingga perlu dilakukan immobilisasi biomassa enceng gondok pada matriks polisilikat.
Penelitian ini difokuskan pada penentuan kapasitas pertukaran ion dan perubahannya, dengan dilakukan regenerasi sebanyak 7 kali menggunakan larutan NaCl jenuh. Penentuan kapasitas adsorpsi merkuri(II) dengan variasi konsentrasi 25, 50, 75, 100, 125 dan 150 mg/L pada pH optimum 6 dan laju alir 3 mL/menit
dengan metode kolom. Penentuan laju alir optimum dengan variasi laju alir 0,5, 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 mL/menit pada pH  6 dan konsentrasi optimum 100 mg/L. Penentuan kapasitas adsorpsi merkuri(II) menggunakan metode kolom dan batch pada konsentrasi 20 mg/L dengan laju alir 2 mL/menit dan waktu pengocokan 50
menit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa enceng gondok mampu mengadsorpsi logam merkuri(II) melalui mekanisme pertukaran ion. Kapasitas pertukaran ion yang diperoleh sebesar 13,75 mmol per gral adsorben, dengan menggunakan ion Na+ yang dapat dipertukarkan dengan ion H+. Kapasitas pertukaran ion mengalami penurunan setelah diregenerasi sebanyak 7 kali dengan mengikuti persamaan y =13,27e-0,2723x, y adalah kapasitas  pertukaran ion dan x adalah jumlah regenerasi. Kapasitas adsorpsi Hg2+ optimum sebesar 9,0937 mg/g, sedangkan laju alir optimumnya adalah 3 mL/menit. Adsorpsi merkuri(II) menggunakan metode kolom lebih baik dari pada metode batch dengan nilai kapasitas adsorpsi metode kolom sebesar 3,9375 mg/g dan metode batch sebesar 1,775 mg/g, artinya kapasitas adsorpsi metode kolom 2 kali lebih besar dari pada metode batch.

Kata kunci  : Adsorpsi, Merkuri(II), Biomassa, Enceng Gondok (Eichornia
crassipes), Immobilisasi, Matriks Polisilikat, Metode Kolom.
Silahkan Download Jurnalnya Disini 

Jurnal Studi Kenetika Adsorpsi Merkuri (II) Yang Diimmobilisasi Pada Matrik Polisilikat

ABSTRAK
Rosyidah, Halimatur., 2008.  Studi Kinetika Adsorpsi Merkuri (II) Pada Biomassa Daun Enceng Gondok  (Eichhornia crassipes) Yang Diimmobilisasi Pada Matriks Polisilikat.  Skripsi, Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

 Pembimbing Utama : Himmatul Barroroh, M.Si,
 Pembimbing Agama : Munirul Abidin, M. Ag
 
Kata Kunci: Kinetika, Adsorpsi, Merkuri  (II), Biomassa, Enceng Gondok
(Eichhornia Crassipes),  Immobilisasi, Matriks Polisilikat. 

Merkuri merupakan salah satu logam yang banyak manfaatnya, tetapi akan juga membahayakan lingkungan dan kesehatan jika penggunaannya melebihi ambang batas. Selain merkuri logam yang dapat membahayakan dan mempunyai banyak manfaat adalah besi. Firman Allah: “Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu)”  (Qs. al-Hadίd/57: 25).  Metode alternatif yang digunakan untuk mengurangi pencemaran oleh merkuri (II), salah
satunya melalui metode adsorpsi dengan biomassa daun enceng gondok yang diimmobilisasi. Pengikatan adsorbat oleh  adsorben merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan biomassa daun enceng gondok yang diimmobilisasi pada matriks polisilikat dalam proses adsorpsi.
Interaksi antara biomassa daun enceng gondok yang terimmobilisasi pada matriks polisilikat ditentukan dengan menggunakan FTIR. Penentuan model kinetika adsorpsi pada biomassa daun enceng gondok yang terimmobilisasi pad` matriks polisilikat dilakukan dengan cara menginteraksikan 25 ml larutan HgCl2 dengan biomassa yang telah terimmobilisasi dengan variasi waktu 5, 10, 20, 30, 60, 90, 120, 150 menit pada suhu 27 ºC.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gugus fungsi yang berinteraksi dengan Hg2+ pada biomassa daun enceng gondok yang terimmobilisasi pada matriks polisilikat adalah  O-H dari Si-OH dan O-H dari biomassa, yang ditandai adanya kenaikan intensitas pada bilangan gelombang 3508,27 cm-1. Pergeseran yang terjadi pada bilangan gelombang 2955,71 cm-1 yang merupakan daerah C-H juga dimungkinkan karena adanya interaksi antara logam Hg2+ dengan C-H. Adanya perubahan vibrasi pada pada bilangan gelomabang 620,07 cm-1 menjadi 1088,74 cm-1 dari vibrasi ulur Si-O-Si simetri menjadi vibrasi ulur Si-O-Si asimetri juga dimungkinkan karena adanya interaksi antara logam Hg2+ dengan Si-O-Si. Model kinetika adsorpsi pada biomassa daun enceng gondok yang terimmobilisasi pada matriks polisilikat mengikuti model kinetika Langmuir-Santosa dengan membagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap I, II, III dengan nilai konstanta laju 288 x 10-4 pada menit 0 sampai menit ke 10, sedangkan pada menit ke 5 sampai ke 30 mempunyai konstanta laju yaitu 58 x 10-4, dan pada menit ke 60 sampai 150 konstanta lajunya adalah 3 x 10-4.
Download Jurnal Kimia ini Lengkap disini